Wisata Candi Sari

4 min read

Wisatakuliner.id – Halo sahabat wisata, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi tentang objek wisata Candi Sari yang ada di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Candi Sari adalah candi yang dibangun sekitar abad ke-8 dan ke-9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno, yang pada masa pemerintahan penahanan Rakai Pikatan.

Candi Sari dibangun bersamaan dengan masa konstruksi Candi Kalasan. Kedua candi ini memiliki banyak kesamaan, dalam hal arsitektur dan relief dan juga hubungan antara kedua candi tersebut muncul dalam Prasasti Kalasan (700 Saka / 778 M).

Prasasti itu menjelaskan bahwa para penasihat agama dari Rumah Syailendra telah menasehati Maharaja Tejapurnama Panangkara.

Untuk mendirikan sebuah bangunan suci untuk memuja Dewi Tara dan membangun sebuah biara untuk para pendeta Budha.

Candi Kalasan dibuat untuk keperluan pemujaan Dewi Tara serta Candi Sari yang dibangun untuk kperluan biara Budha.

Pada bagian atas dari Candi Sari ada 9 stupa yang terlihat seperti stupa di Candi Borobudur, dan disusun dalam 3 baris paralel.

Candi ini memiliki fungsi sebagai tempat ibadah biara. Candi Sari memiliki ketinggian sekitar 17 meter dan panjang sekitar 17,3 meter, sedangkan lebarnya sendiri sekitar 10 meter.

Candi Sari ini menghadap matahari terbit. Dindingnya mirip dengan dinding candi Kalasan, yang ditutupi oleh Vajralepa, di mana dinding luarnya dihiasi dengan patung-patung Bodhisattva.

Patung Boddhisattva ini memiliki 36 buah, yaitu delapan di sisi timur, delapan di sisi utara, delapan di sisi selatan dan di sisi barat terdapat dua belas patung.

Patung-patung tersebut digambarkan oleh sikap Tribangga, memegang bunga teratai merah dan biru.

Lantai dan bagian bangunan yang dulunya terbuat dari kayu sekarang hilang, tetapi di dinding masih ada lubang yang terlihat di mana bekas untuk menempelkan balok penyangga.

Di dinding selatan ruangan ada batu yang diukir di gagangnya untuk menopang ujung tangga kayu. Pada atap candi Sari berbentuk persegi dengan hiasan 3 relung di setiap sisinya.

Selain wisata sejarah, pengunjung juga bisa bersepeda. Bersepeda di candi ini tidak akan memakan banyak waktu karena ukuran candi yang kecil.

Selain di sekitar candi, pengunjung juga dapat bersepeda di sepanjang candi-candi lain yang berlokasi di dekatnya.

Para wisatawan bisa bergaul dengan penduduk lokal candi untuk memperdalam budaya dan cerita secara mendalam tentang Candi Sari itu sendiri.

Mereka akan dengan senang hati menceritakan legenda dan mitos yang telah terjadi di candi ini. Terkenal karena sifatnya yang ramah membuat pengunjung merasa memiliki keluarga baru di Yogyakarta.

Di sini pengunjung juga dapat berburu dan mengabadikan momen bersama teman dan keluarga saat berada di Candi Sari.

Selain bangunan unik dengan patung bersejarah, Candi Sari juga dikelilingi oleh rumput hijau dan taman yang cukup keren. Dengan latar belakang candi membuat foto yang diambil menjadi lebih eksotis.

Apa itu Candi Sari?

Wisata Candi Sari

Candi Sari juga disebut Candi Bendah adalah candi Budha tidak jauh dari Candi Sambi Sari, Candi Kalasan dan Candi Prambanan, yang berada di bagian timur laut kota Yogyakarta, dan tidak begitu jauh dari Bandara Adisucipto.

Baca Juga: Wisata Candi Banyunibo

Sejarah Candi Sari

Sejarah Candi Sari
  • Masa Pembuatan

Menurut perkiraan, candi ini dibangun pada abad ke-8 M bersamaan dengan pembangunan Candi Kalasan, tepatnya pada waktu kepemimpinan Rakai Panangkaran.

Hubungan antar kedua buah candi ini dijelaskan pada Prasasti Kalasan (778 M / 700 tahun Saka).

Dalam prasasti Kalasan dijelaskan bahwa penasihat keagamaan dari Rumah Syailendra telah menyarankan bahwa Maharaja Tejapurnama Panangkarana.

Yang dianggap sebagai Rakai Panangkaran, mendirikan sebuah bangunan suci untuk memuja Dewi Tara dan sebuah biara untuk para pendeta Budha.

Untuk pemujaan Dewi Tara, Candi Kalasan dibangun, sedangkan untuk biara Budha Candi Sari dibangun.

Dilihat dari keseluruhan bentuk dan bagian dari Candi Sari, diperkirakan bahwa candi ini berfungsi sebagai asrama atau tempat tinggal para pendeta Budha.

  • Penemuan Kembali

Candi Sari ditemukan kembali pada awal abad ke-20 dalam keadaan rusak parah. Pemulihan pertama dilakukan antara tahun 1929 dan 1930, dipimpin oleh A.J.

Bernet Kempers adalah seorang arkeolog dari Belanda. Pada saat restorasi pertama, ia belum dapat mengembalikan integritas bangunan aslinya. Ini disebabkan oleh banyaknya bagian candi yang hilang.

Selain itu, ketika pertama kali ditemukan, ada bagian bangunan yang sudah rusak, terutama yang tidak terbuat dari batu. Candi Sari yang sekarang dianggap memiliki pagar batu mengelilingi candi.

Pintu masuk ke candi dijaga oleh sepasang Patung Dwarapala memegang gada dan ular seperti yang ada di depan Candi Plaosan.

Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Candi Sari

Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Candi Sari

Setiap candi memiliki keunikan yang berbeda. Bisa jadi karena bentuknya, mungkin dinding yang diukir, atau jumlahnya. Namun berikut ini sekilas apa yang bisa Anda ketahui tentang Candi Sari, yaitu:

  • Candi Sari terdiri dari tiga kamar, masing-masing memiliki ukuran 3,48 x 5,80 meter. Padahal sebagian besar candi hanya terdiri dari satu ruangan dan level. Atau ada satu candi utama dan kemudian dikelilingi oleh candi pelengkap seperti candi Ijo. Tetapi tidak dengan candi sari.
  • Setiap kamar candi dihubungkan oleh pintu dan jendela. Itu sebabnya dari kejauhan tampak seperti kastil. Ada sepasang patung pria dan wanita memegang teratai di pintu dan jendela.
  • Ada 36 patung di Candi Sari. Candi Sari adalah bentuk teras dengan dinding yang mengelilingi pusat candi. Nah, di dinding luar Anda bisa melihat patung relief dan dekorasi yang tertata rapi.
  • Anda juga dapat melihat pola pahatan Kinara Kinari (manusia burung) Sulura dan Kumuda (bunga dan daun yang menonjol dari vas berbentuk bulat) dan Candi Kalamara di dinding candi.
  • Berdasarkan setiap bantuan, Candi Sari adalah candi Budha. Candi ini dikatakan sebagai asrama para biksu. Selain itu ada pembagian ruang yang digunakan untuk candi.

Baca Juga: Wisata Candi Ijo

Lokasi Candi Sari

Lokasi Candi Sari

Akses jalan ke Wisata Candi Sari Yogyakarta layak dan baik untuk dilewati pengunjung. Lokasi Candi Sari Yogyakarta cukup dekat dengan pusat Kota Yogyakarta.

Alamat lengkap dari Candi Sari tepatnya terletak di Dusun Bendan, Desa Tirtamartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Rute ke Candi Sari

Rute ke Candi Sari sangat mudah dijangkau oleh para wisatawan. Jika Anda berada di Pusat Kota Yogyakarta di sebelah timur di Jalan KH. Ahmad Dahlan menuju ke Jalan Pangurakan.

Kemudian terus lurus ke Jalan Kusumanegara, sampai perempatan ke utara ke Jalan Janti.

Terus lurus sampai persimpangan ke utara ke Jalan Ringroad Timur, kemudian di pertigaan ke timur menuju Jalan Laksda Adisucipto, lalu terus ikuti jalan yang ada, di pertigaan ke utara lalu lurus terus ikuti jalan yang ada sampai kamu akan tiba di Candi Sari.

Jarak dari pusat Yogyakarta ke Candi Sari cukup dekat, yaitu sekitar 15,1 Kilometer dan waktu tempuh normal kendaraan bermotor dari pusat Jogja ke Candi Sari adalah sekitar 32 menit.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di Candi Sari Yogyakarta sudah cukup lengkap bagi pengunjung yang ingin mengunjungi Candi Sari Yogyakarta, termasuk:

  • Area Parkir
  • Kamar Mandi
  • Musholah
  • Warung makanan
  • Pusat Cinderamata
  • Penginapan

Harga Tiket Masuk dan Parkir Candi Sari

Harga tiket masuk ke Wisata Candi Sari Yogyakarta sangat murah. Pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 5.000 / orang untuk wisata sejarah di candi ini.

Sedangkan untuk biaya parkir di Candi Sari di Yogyakarta, Rp. 3.000 untuk parkir motor dan Rp. 5.000 untuk parkir mobil.

Baca Juga: Wisata Candi Abang

Tabel Informasi

JamSetiap Hari (09.00 – 17.00 WIB)
Alamat/LokasiDusun Bendan, Desa Tirtamartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Harga TiketRp 5.000 per Orang
ParkirMotor Rp 3.000
Mobil Rp 5.000

Penutup

Nah, itu tadi informasi lengkap tentang objek wisata Candi Sari. Untuk anda yang sedang ingin berlibur ke Jogjakarta anda wajib memasukan Candi Sari Kedalam daftar kunjungan anda.

Terimakasih telah membaca artikel kami, sampai berjumpa di artikel kami selanjutnya dan jaga selalu kebersihan dimanapun anda sedang berwisata.