Wisata Museum Sandi

3 min read

Wisatakuliner.id – Halo sahabat wisata, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi tentang objek wisata Museum Sandi yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Yogyakarta tidak memiliki akhir untuk menyelamatkan sejuta sejarah, terutama yang terkait dengan perjuangan, benda-benda yang digunakan oleh para pahlawan harus disimpan dan dilestarikan.

Museum sandi adalah satu-satunya museum yang menyimpan alat untuk mengirim pesan rahasia.

Museum ini juga mencatat semua jenis pengkodean di Indonesia dan bahkan dunia, jadi jika Anda adalah orang yang suka memecahkan kata sandi maka museum ini adalah tempat yang cocok untuk Anda kunjungi.

Museum sandi diresmikan pada tahun 2008 yang sebelumnya telah dilanda gempa bumi gempa bumi yang terjadi pada tahun 2006 lalu.

Setibanya di area loby museum sandi, Anda akan disambut dengan hangat oleh para pengelola dari museum sandi, orang-orang disini baik, ramah dan sangat loyal.

Pada waktu itu museum cipress adalah museum yang mengumpulkan semua jenis benda dan alat untuk memecahkan kode mulai dari telegraf, buku kode hingga mesin sandi yang dibuat di Indonesia dan luar negeri.

Di masa lalu, para pejuang menggunakan mesin sandi untuk meluncurkan tindakan mereka untuk membela kemerdekaan negara kita tercinta, Indonesia.

Benda-benda ini adalah saksi bisu perjuangan para pahlawan kita. Tidak cuma mesin sandi yang tersimpan di sini.

Masih ada banyak benda yang memiliki sejarah seperti dokumen berupa gambar, sandi, diorama dan bahkan sepeda yang sering digunakan oleh kurir untuk mengirim pesan.

Museum sandi juga dilengkapi dengan layar sentuh untuk pengunjung yang ingin mempelajari cara memecahkan kata sandi.

Jangan khawatir selama eksplorasi museum ada panduan profesional yang akan menemani Anda untuk mempelajari kata sandi dan akan memberi Anda informasi tentang seluk-beluk dan di luar museum sandi.

Sejarah Museum Sandi Yogyakarta

Wisata Museum Sandi

Sejarah Pendirian Museum Inisiatif untuk membangun Museum Sandi dimulai dengan gagasan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Yang ingin menempatkan koleksi pengkodean di Museum Perjuangan Yogyakarta. Keinginan ini disampaikan ketika ia menerima kunjungan dari Siswa-siswi SMA STSN Widyakarya Sandi Negara pada Maret 2006.

Oleh Kepala Institut Sandi Nasional, Mayjen Nachrowi Ramli, gagasan itu disambut dan segera ditindaklanjuti dengan membentuk Tim Pengumpulan Pengumpulan di Museum Perjuangan Yogyakarta.

Yang kemudian berkembang dan dikenal sebagai Tim Museum Sandi. Tim Museum Sandi kemudian segera melakukan pekerjaan mereka, yang dimulai pada pertengahan 2006.

Bersamaan dengan rencana pembangunan Monumen Sandi di Dusun, Kulonprogo, Yogyakarta.

Namun, pembangunan Museum Sandi telah mengalami masalah yang disebabkan oleh gempa bumi yang melanda Provinsi DIY pada 27 Mei 2006.

Gempa bumi telah menyebabkan kerusakan fisik yang cukup parah pada Museum Perjuangan Yogyakarta.

Akhirnya, berkat komitmen dan dukungan dari berbagai pihak, Museum Perjuangan dapat direnovasi kembali.

Puncaknya pada 29 Juli 2008, Museum Sandi diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Gubernur DIY dan Kepala Institut Kode Negara.

Dengan berakhirnya perjanjian pada 15 Juli 2013, Institut Sandi Negara mulai menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Daerah DIY untuk memanfaatkan Perpustakaan Daerah dan gedung Badan Arsip sebagai situs pameran untuk museum sandi.

Melalui Keputusan Gubernur DIY nomor 51 / kep / 2013 tentang persetujuan sewa untuk menggunakan properti daerah ke State Code Institute.

Gubernur DIY secara resmi menyetujui sewa untuk menggunakan tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Faridan Muridan Noto nomor 21 kota baru untuk digunakan sebagai tempat menyimpan Museum sandi.

Keputusan Gubernur selanjutnya diatur dalam perjanjian antara Pemerintah Daerah DIY dan Lembaga Kode Negara nomor 3 / PERJ / SEKDA / IV / 2013 dan PERJ.074 / SU / HK.08.01 / 04/2013.

Tentang pinjaman untuk menggunakan properti daerah ke Kata Sandi Negara Institusi. Dengan penandatanganan perjanjian, State Code Institute wajib memanfaatkan tanah dan bangunan dengan sebaik-baiknya.

Untuk menjawab tantangan, berdirinya Museum Sandi memiliki tiga tujuan luhur, yaitu:

  • Untuk menampilkan dan memelihara koleksi kode yang bernilai historis untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan pengunjung tentang dunia enkripsi;
  • Museum sandi sebagai wahana dan media pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda mengenai peran pengkodean dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, dan
  • Museum sandi adalah sarana sosialisasi pengkodean kepada masyarakat luas.

Secara umum, tugas Tim Museum Sandi dari 2006 hingga peresmian adalah sebagai berikut:

  • Mengumpulkan data dan informasi untuk koleksi Museum Sandi, melalui wawancara dengan para aktor sejarah, penelitian perpustakaan, studi banding ke berbagai museum dan mengadakan Seminar Sejarah Historis
  • Koleksi dan pemilihan koleksi Museum Sandi
  • Membuat sarana dan prasarana pameran Museum Sandi
  • Membuat perjanjian kerja sama antara Lembaga Kode Negara (Lemsaneg) dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar)
  • Kompilasi dan pengaturan koleksi Museum sandi di ruang pamer

Saat ini Museum Lembaga Kode Negara berada di bawah pengawasan Bagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama (Bagian Hubungan Masyarakat), Perencanaan, Hukum, Biro Kepegawaian dan Hubungan Masyarakat (Biro PHKH), Sekretariat Utama, Institut Kode Negara.

Baca Juga: Wisata Museum Benteng Vredeburg

Lokasi Museum Sandi

Lokasi Museum Sandi

Lokasi museum sandi sangat mudah dijangkau dan dekat dengan pusat kota Yogyakarta. Terletak di Jl. Faridan M Noto No.21, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224.

Jaraknya sekitar 2,9 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 9 menit dari pusat kota Yogyakarta.

Rute ke Museum Sandi

Rute ke lokasi wisata museum sandi tidak terlalu jauh, dari pusat kota Yogyakarta Anda langsung menuju Jl. Ibadah senopati. Selanjutnya belok kiri ke Jalan Mayor Suryotomo.

Lurus terus ikuti jalan besar dan berbelok sedikit ke Jalan Mataram. Jika kalian sampai ke Bundara ambil jalan keluar pertama untuk tetap di Jl. Mataram.

Kemudian Anda belok kiri ke Jl. Abu Bakar Ali dan belok sedikit ke kiri untuk tetap di Jl. Abu Bakar Ali. Langsung saja sampai macet dan lihat pertigaan belok kanan karah Jl. Kejelasan.

Selanjutnya lurus dan berbelok ke kiri di pertigaan Anky Music dan melewati Jalan Ahmad Jazuli. Lurus terus ikuti jalan besar dan melewati Jalan Prau Dan kalian sudah sampai di museum sandi.

Baca Juga: Wisata Museum Ullen Sentalu

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di lokasi wisata museum sandi sangat memadai bagi pengunjung. sebagai :

  • Perpustakaan
  • Aula
  • Ruang Komunitas
  • Laboratorium
  • Taman dan Gazebo
  • Guest House
  • Mushala
  • Toilet
  • WiFi gratis

Harga Tiket dan Parkir Museum Sandi

Harga Tiket dan Parkir Museum Sandi

Harga tiket untuk museum sandi tidak dikenai biaya.

Baca Juga: Wisata Museum De Mata

Penutup

Nah, itu tadi informasi lengkap tentang objek wisata Museum Sandi. Untuk anda yang sedang ingin berlibur ke Yogyakarta anda wajib memasukan Museum Sandi Kedalam daftar kunjungan anda.

Terima kasih sudah mampir di artikel kami, sampai jumpa di artikel kami yang lainnya dan jangan lupa jaga selalu kebersihan dimanapun kalian berwisata.

Wisata Pantai Samas

Bang Yolan
4 min read

Wisata Pantai Pandansari

Bang Yolan
2 min read